Definisi
Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.
PENYEBABDelirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit; dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental.
Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.
Keadaan ini paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan pikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia.
Penyebab delirium:
Gejala
Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan pada kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali. Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat.
Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian. Penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Hampir semua penderita mengalami disorientasi waktu dan bingung dengan tempat dimana mereka berada. Pikiran menjadi kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia. Pada kasus yang berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri. Beberapa penderita mengalami paranoia dan delusi (percaya bahwa sedang terjadi hal-hal yang aneh).
Respon penderita terhadap gangguan yang dialaminya berbeda-beda; ada yang diam dan menarik diri, sedangkan yang lainnya menjadi hiperaktif dan mencoba melawan halusinasi maupun delusi yang dialaminya.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka sering terjadi perubahan perilaku. Keracunan obat tidur menyebabkan penderita menjadi sangat diam dan menarik diri, sedangkan keracunan amfetamin menyebabkan penderita menjadi agresif dan hiperaktif.
Delirium bisa berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari atau bahkan lebih lama lagi, tergantung kepada beratnya gejala dan lingkungan medis penderita. Delirium sering bertambah parah pada malam hari (suatu fenomena yang dikenal sebagai matahari terbenam). Pada akhirnya, penderita akan tidur gelisah dan bisa berkembang menjadi koma (tergantung kepada penyebabnya).
Membedakan Delirium Dengan Psikosa
| Gejala Umum Delirium (penyakit fisik) | Gejala Umum Psikosa (kelainan mental) |
| Bingung tentang waktu, tanggal, tempat atau identitas | Biasanya sadar akan waktu, tempat & identitas |
| Sulit memusatkan perhatian | Mampu memusatkan perhatian |
| Lupa akan peristiwa yg baru saja terjadi | Berpikir tidak logis tetapi ingat akan peristisa yg baru saja terjadi |
| Tidak mampu berpikir secara logis atau melakukan perhitungan sederhana | Mampu melakukan perhitungan sederhana |
| Demam atau tanda infeksi lainnya | Riwayat kelainan psikis sebelumnya |
| Halusinasi (lihat) | Halusinasi (dengar) |
| Terdapat bukti pemakaian obat | - |
| Tremor | - |
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan sesegera mungkin ditentukan penyebabnya. Dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan dititikberatkan pada respon neurologis penderita. Pemeriksan lain yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan darah, rontgen dan punksi lumbal.
Pengobatan
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya;
- infeksi diatasi dengan antibiotik
- demam diatasi dengan obat penurun panas
- kelainan kadar garam dan mineral dalam darah diatasi dengan pengaturan kadar cairan dan garam dalam darah
Untuk meringankan agitasi diberikan obat-obat golongan benzodiazepin (misalnya diazepam, triazolam, dan lorazepam).
Obat anti-psikosa (misalnya haloperidol dan klorpromazin) biasanya diberikan hanya kepada penderita yang menjadi paranoid, sangat ketakutan, dan penderita yang tidak dapat ditenangkan dengan pemberian benzodiazepin.
Haloperidol memiliki efek yang cukup tinggi sebagai antipsikosis namun memiliki efek samping yang banyak. Oleh karena itu sekarang lebh sering dipakai risperidone, olanzapine, dan quetiapine, yang memiliki efek samping minimal
Jika penyebabnya adalah alkohol, diberikan benzodiazepin sampai masa agitasi penderita hilang.
0 comments:
Post a Comment