Influenza

Influenza


Definisi


Influenza (flu) adalah infeksi pada paru-paru dan saluran nafas oleh virus influenza. Infeksi ini menyebabkan menyebabkan demam, hidung meler, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, nyeri otot, dan rasa tidak enak badan (malaise).

PENYEBAB

Penyebabnya adalah virus influenza tipe A atau B. Virus ditularkan melalui percikan air liur yang terinfeksi, yang keluar saat penderita batuk atau bersin; atau melalui kontak langsung dengan sekret hidung penderita.

PHIL Image 11161

Sumber : http://phil.cdc.gov




Gejala


Influenza berbeda dengan common cold. Gejala influenza timbul dalam waktu 24-48 jam setelah terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba. Menggigil biasanya merupakan petunjuk awal dari influenza. Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, yang bisa mencapai 38,9-39,4oC.

Banyak penderita yang merasa sakit sehingga harus tinggal di tempat tidur; mereka merasakan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di punggung dan tungkai. Sakit kepala seringkali bersifat berat, dengan sakit yang dirasakan di sekeliling dan di belakang mata. Cahaya terang bisa memperburuk sakit kepala.

Pada awalnya gejala saluran nafas relatif ringan, berupa rasa gatal di tenggorokan, rasa panas di dada, batuk kering dan hidung berair. Kemudian batuk akan menghebat dan berdahak. Kulit teraba hangat dan kemerahan, terutama di daerah wajah. Mulut dan tenggorokan berwarna kemerahan, mata berair dan bagian putihnya mengalami peradangan ringan. Kadang-kadang bisa terjadi mual dan muntah, terutama pada anak-anak.

Setelah 2-3 hari sebagian besar gejala akan segera menghilang dan demam biasanya mereda, meskipun kadang demam masih dapat berlangsung sampai 5 hari. Bronkitis dan batuk bisa menetap sampai 10 hari atau lebih, dan diperlukan waktu 6-8 minggu ntuk terjadinya pemulihan total dari perubahan yang terjadi pada saluran pernafasan.

KOMPLIKASI

Influenza merupakan penyakit yang serius, tetapi sebagian besar penderita akan kembali sehat dalam waktu 7-10 hari. Adanya komplikasi bisa memperberat penyakit ini. Resiko tinggi terjadinya komplikasi ditemukan pada penderita yang berusia sangat muda, usia lanjut dan penderita penyakit jantung, paru-paru atau sistem saraf.

Kadang influenza menyebabkan peradangan saluran nafas yang berat disertai dahak berdarah (bronkitis hemoragik). Komplikasi yang paling berat adalah pneumonia virus; yang bisa berkembang dengan cepat dan menyebabkan kematian dalam waktu 48 jam. Pneumonia virus kemungkinan dapat terjadi saat wabah influenza A.
Komplikasi lainnya dalah pneumonia bakteri yang terjadi karena adanya ganguan pada kemampuan paru-paru untuk menghilangkan atau mengendalikan bakteri di dalam saluran pernafasan.

Meskipun sangat jarang terjadi, virus influenza juga dapat berhubungan dengan terjadinya peradangan otak (ensefalitis), jantung (miokarditis) atau otot (miositis). Ensefalitis bisa menyebabkan gangguan kesadaran, penderita menjadi mengantuk, bingung atau bahkan jatuh dalam keadaan koma. Miokarditis bisa menyebabkan kelainan bunyi jantung atau gagal jantung.

Sindroma Reye merupakan komplikasi serius dan bisa berakibat fatal, yang terjadi terutama pada anak-anak selama wabah influenza B. Sindroma Reye terutama terjadi jika anak-anak mendapatkan aspirin atau obat yang mengandung aspirin.



Diagnosa


Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Beratnya penyakit dan adanya demam tinggi membedakan influenza dari common cold. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pembiakan virus dari sekret penderita.



Pengobatan


Pengobatan flu yang utama adalah istirahat, tirah baring di tempat tidur, minum banyak air dan hindari kelelahan. Tirah baring sebaiknya dilakukan segera setelah gejala timbul sampai 24-48 jam setelah suhu tubuh kembali normal.

Untuk penyakit yang berat tetapi tanpa komplikasi, bisa diberikan Acetaminophen, Aspirin, Ibuprofen atau Naproxen. Anak-anak tidak boleh diberikan Aspirin karena resiko terjadinya sindroma Reye. Penanganan lain yang bisa diberikan adalah dekongestan hidung dan terapi inhalasi (diuap).

Obat-obat antivirus, seperti amantadine, rimantadine, oseltamivir, dan zanamivir, juga membantu untuk mengobati penderita influenza. Namun obat-obat ini hanya bekerja jika diberikan pada saat awal gejala dimulai. Obat-obat ini dapat memperpendek durasi demam dan gejala pernafasan. Kebanyakan obat yang digunakan adalah oseltamivir dan zanamivir, karena kedua obat ini efektif baik terhadap influenza A maupun influenza B. Jika terjadi infeksi bakteri, maka diperlukan pemberian antibiotik.

PENCEGAHAN

Tetapi cara terbaik untuk mencegah terjadinya influenza adalah dengan vaksinasi yang dilakukan setiap tahun. Vaksin influenza mengandung virus influenza yang tidak aktif (dimatikan) atau partikel-partikel virus. Vaksin bisa bersifat monovalen (1 spesies) atau polivalen (biasanya 3 spesies). Vaksin monovalen bisa diberikan dalam dosis tinggi untuk melawan suatu jenis virus yang baru, sedangkan vaksin polivalen menambah pertahanan terhadap lebih dari satu jenis virus.

Amantadin atau rimantadin merupakan obat anti-virus yang dapat melindungi terhadap virus influenza tipe A. Obat ini digunakan selama wabah influenza A untuk melindungi orang-orang yang kontak dengan penderita dan orang yang memiliki resiko tinggi-yang belum mendapat vaksinasi. Pemakaian obat bisa dihentikan dalam waktu 2-3 minggu setelah vaksinasi. Jika tidak dapat dilakukan vaksinasi, maka obat diberikan selama terjadi wabah, biasanya selama 6-8 minggu. Obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti gelisah dan sulit tidur, terutama pada penderita berusia lanjut dan penderita kelainan otak atau ginjal.



Referensi


- U, Marguerite A. Influenza. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/viral_infections/influenza.html

Influenza Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hari Media Sosial

0 comments:

Post a Comment