Kelumpuhan Saraf Kranial Ke-3 (N. Okulomotorius)

Kelumpuhan Saraf Kranial Ke-3 (N. Okulomotorius)


Definisi


Saraf kranial ke-3 (Nervus Okulomotorius) merupakan saraf yang berperan pada sebagian besar gerakan mata. Nervus Okulomotorius juga memiliki serabut saraf parasimpatik yang berfungsi untuk menjaga kelopak mata tetap terbuka dan mengatur reflex pupil terhadap cahaya. Kelumpuhan pada Nervus Okulomotorius dapat mengganggu pergerakan mata, respon pupil terhadap cahaya, atau keduanya.

PENYEBAB

Kelumpuhan saraf Okulomotorius dapat disebabkan oleh berbagai gangguan pada otak, misalnya cedera kepala, aneurisma (penonjolan) pada pembuluh darah arteri ke otak, perdarahan, tumor, atau akibat diabetes atau tekanan darah tinggi.




Gejala


Mata pada sisi yang terkena akan melihat ke arah luar, ketika mata pada sisi yang normal dapat melihat lurus ke depan. Hal ini menyebabkan timbulnya penglihatan ganda. Mata pada sisi yang terkena hanya dapat bergerak ke arah tengah ketika melihat ke arah dalam, dan tidak dapat melihat ke arah atas atau bawah.

Nervus Okulomotorius juga berperan dalam membuka kelopak mata dan mengatur respon pupil. Dengan demikian, gangguan pada saraf ini akan menyebabkan kelopak mata turun dan pupil akan melebar (dilatasi). Pupil tidak akan mengecil (konstriksi) dengan pemberian rangsang cahaya.

Gangguan yang menyebabkan kelumpuhan saraf Okulomotorius dapat memburuk, menyebabkan keadaan yang serius dan mengancam nyawa. Misalnya, sakit kepala hebat dapat terjadi secara tiba-tiba, atau penderita dapat menjadi sangat mengantuk atau kurang responsif.

Pada kasus tertentu, penyebabnya dapat berupa aneurisma yang pecah sehingga menyebabkan perdarahan. Penderita dapat menjadi tidak sadar (koma). Pada orang-orang tertentu, melebarnya kedua pupil dan kurangnya respon terhadap cahaya pada kedua pupil menandakan adanya koma yang dalam dan kemungkinan terjadinya kematian otak.



Diagnosa


Diagnosa dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan penunjang, seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT (Computed Tomography) scan. Jika terdapat gangguan pada refleks pupil, atau jika gejala-gejala menunjukkan adanya gangguan yang serius, maka CT scan harus segera dilakukan. Jika dicurigai adanya ruptur (pecahnya) aneurisma dan pemeriksaan CT scan tidak tampak adanya perdarahan, maka dapat dilakukan punksi lumbal,magnetic resonance angiography, CT angiography, atau cerebral angiography.



Pengobatan


Penanganan diberikan sesuai dengan penyebabnya. Penanganan emergensi dibutuhkan jika disebabkan oleh gangguan yang mengancam nyawa.



Referensi


- Michael Rubin. Palsies of Cranial Nerves That Control Eye Movement. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/

cranial_nerve_disorders/palsies_of_cranial_nerves_that_control_eye_movement.html

- O Finn. Information About The Oculomotor Nerve of The Eye. 2009. 

http://www.healthguideinfo.com/eye-health/p55158/

Kelumpuhan Saraf Kranial Ke-3 (N. Okulomotorius) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hari Media Sosial

0 comments:

Post a Comment