Definisi
Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher, yaitu di depan saluran nafas (trakea). Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Sumber : www.mayoclinic.com
Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroid yang sangat banyak melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Wanita biasanya lebih sering terkena hipertiroidisme dibandingkan pria. Hipertiroidisme juga lebih banyak ditemukan pada usia muda dibandingkan pada usia tua.
Hipertiroidisme bisa ditemukan dalam bentuk penyakit Graves, penyakit gondok noduler toksik (Toxic Nodular Goiter), atau hipertiroidisme sekunder.
PENYAKIT GRAVES
Lebih dari 70% kasus hipertiroidisme berhubungan dengan penyakit Graves. Penyakit Graves (disebut juga Goiter difusa toksika) merupakan sebuah kelainan yang bersifat autoimun, dimana tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri.
Kerja kelenjar tiroid dipengaruhi oleh TSH (Thyroid Stimulating Hormone), yaitu hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitary untuk menstimulasi kelenjar tiroid. Pada penyakit Graves, terdapat antibodi yang disebut TRAb (Thyrotropin receptor antibody). TRAb menyerupai TSH yang menstimulasi kelenjar tiroid untuk membuat hormon tiroid, sehingga pada penyakit Graves terjadi peningkatan hormon tiroid meskipun kadar TSH sangat rendah.
Sumber : www.rayur.com
Penyebab terjadinya gangguan sistem imun ini sendiri masih belum diketahui. Namun adanya kombinasi faktor-faktor seperti faktor genetik/keturunan, jenis kelamin, usia, dan stress dapat mempengaruhi seseorang untuk terkena penyakit Graves.
Penderita penyakit Graves biasanya memiliki gejala-gejala yang khas :
Pada eksoftalmus, otot-otot yang menggerakkan mata tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga mata sulit digerakkan secara normal atau gerakan mata menjadi sulit dikoordinir, akibatnya terjadi pandangan ganda.
Selain itu, kelopak mata menjadi tidak dapat menutup secara sempurna, sehingga mata terpapar oleh benda-benda asing dan mengalami kekeringan.
Perubahan mata ini bisa terjadi selama bertahun-tahun sebelum gejala lainnya timbul (merupakan pertanda awal dari penyakit Graves) atau bisa juga muncul setelah gejala lainnya timbul. Gejala mata bahkan masih bisa terjadi atau bertambah buruk setelah hipertiroidisme ini diobati dan berhasil dikendalikan.
Sumber : http://www.aboutcancer.com
Gejala mata bisa dikurangi dengan:
- menempatkan kepala pada posisi yang lebih tinggi di tempat tidur
- memberikan obat tetes mata
- tidur dengan menutup kelopak mata, misalnya dengan bantuan plester
- terkadang mengkonsumsi obat diuretik dapat membantu sementara dengan mengurangi pembengkakan di sekitar mata (periorbital edema)
Penglihatan ganda bisa diatasi dengan memakai kacamata prisma.
Jika tindakan-tindakan diatas tidak membantu, mungkin perlu diberikan obat kortikosteroid, terapi sinar X atau pembedahan mata.
Pada beberapa kasus yang jarang, penderita penyakit Graves mengalami kelainan pada kulit (Graves dermopathy). Kelainan ini disebabkan karena adanya penumpukan zat tertentu pada kulit yang belum diketahui penyebabnya. Kulit menjadi merah dan membengkak dengan tekstur permukaan seperti kulit jeruk. Biasanya kelainan kulit ini mengenai kulit di atas tulang kering. Daerah penebalan in bisa terasa gatal keras jika ditekan. Kelainan kulit ini biasa disebut juga sebagai pretibial myxedema. Kelainan ini bisa terjadi sebelum atau sesudah gejala hipertiroidisme lainnya muncul. Untuk mengurangi gatal dan kekerasan kulit, bisa diberikan krim atau salep kortikosteroid.
Sumber : http://see.visualdx.com
Goiter noduler toksika
Penyakit goiter noduler toksika (Toxic nodular goiter) merupakan suatu kelainan dimana terjadi pembesaran kelenjar tiroid pada area tertentu (nodul) yang menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Kelainan ini berada diluar kendali TSH (Thyroid-stimulating hormone), sehingga pada pemeriksaan akan didapatkan kadar hormon tiroid yang tinggi dan TSH yang rendah. Pada pemeriksaan scan kelenjar tiroid akan terlihat adanya nodul-nodul yang menangkap iodine radioaktif.
Sumber : http://drugline.org
Nodul tersebut merupakan tumor tiroid jinak dan tidak berhubungan dengan penonjolan mata serta gangguan kulit pada penyakit Graves.
Penyakit goiter noduler toksika biasanya lebih banyak terjadi pada wanita dan usia tua. Penyakit ini hampir tidak pernah ditemukan pada anak-anak.
Hipertiroidisme sekunder
Hipertiroidisme bisa disebabkan oleh kelainan diluar kelenjar tiroid, seperti karena adanya tumor hipofisa (tumor pada kelenjar pituitary) yang menghasilkan terlalu banyak TSH, sehingga merangsang tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan.
Pada wanita dengan mola hidatidosa (hamil anggur) juga bisa menderita hipertiroidisme yang disebabkan oleh perangsangan kelenjar tiroid yang berlebihan oleh kadar HCG (human chorionic gonadotropin) yang tinggi dalam darah. Jika kehamilan anggur berakhir dan HCG tidak ditemukan lagi di dalam darah, maka hipertiroidisme akan menghilang.
PENYEBABHipertiroidism terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Beberapa penyakit atau keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan ini, meliputi :
- mendapat terlalu banyak yodium
- penyakit Graves
- peradangan pada kelenjar tiroid (thyroiditis)
- pembesaran kelenjar tiroid atau kelenjar pituitary
- beberapa tumor testis atau ovarium
- mendapat hormon tiroid dalam jumlah besar
Gejala
Pada hipertiroidisme, apapun penyebabnya, akan terjadi peningkatan fungsi tubuh, meliputi :
- Detak jantung menjadi lebih cepat, bisa terjadi palpitasi (berdebar-debar) dan gangguan irama jantung
- Tekanan darah cenderung meningkat
- Penderita merasa hangat meskipun berada dalam ruangan yang sejuk
- Kulit menjadi lembab dan cenderung mengeluarkan keringat yang berlebihan
- Tangan tremor (gemetar) halus
- Penderita merasa gugup, letih dan lemah meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat
- Nafsu makan bertambah, tetapi berat badan berkurang
- Sulit tidur
- Sering buang air besar, kadang disertai diare
- Terjadi perubahan pada mata : bengkak di sekitar mata, bertambahnya pembentukan air mata, iritasi dan peka terhadap cahaya. Gejala ini akan segera menghilang setelah pelepasan hormon tiroid terkendali, kecuali pada penyakit Graves yang menyebabkan gangguan mata khusus.
KOMPLIKASI
Badai tiroid (Thyroid Storm) adalah suatu keadaan dimana tiba-tiba terjadi aktivitas kelenjar tiroid yang sangat berlebihan.
Gejala-gejala terjadinya badai tiroid :
- demam
- kelemahan dan pengkisutan otot yang luar biasa
- kegelisahan
- perubahan suasana hati
- kebingungan
- perubahan kesadaran (bahkan sampai terjadi koma)
- pembesaran hati disertai penyakit kuning yang ringan
Badai tiroid merupakan suatu keadaan darurat yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan segera. Tekanan yang berat pada jantung bisa menyebabkan ketidakteraturan irama jantung (aritmia) dan syok yang bisa berakibat fatal.
Badai tiroid biasanya terjadi karena hipertiroidisme yant tidak diobati atau karena pengobatan yang tidak adekuat, dan bisa dipicu oleh:
- infeksi
- trauma
- pembedahan
- diabetes yang kurang terkendali
- ketakutan
- kehamilan atau persalinan
- tidak melanjutkan pengobatan tiroid
- stres lainnya
Badai tiroid jarang terjadi pada anak-anak.
Diagnosa
Pemeriksaan fisik bisa didapatkan :
- Pemeriksaan tanda-tanda vital (suhu, nadi, laju pernafasan, tekanan darah) menunjukkan peningkatan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah sistolik
- Refleks yang lebih hiperaktif
- Adanya pembesaran kelenjar tiroid atau gondok
- Tremor
Pada hipertiroidism yang ringan biasanya tidak ditemukan gejala dan bisa didiagnosa dengan menemukan kadar hormon tiroid yang meningkat di dalam darah.
Untuk menilai fungsi tiroid dilakukan pemeriksaan:
- TSH serum (biasanya rendah)
- T3, T4 (biasanya tinggi)
Pengobatan
Hipertiroidisme biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan. Pilihan terapi lainnya adalah pembedahan untuk mengangkat kelenjar tiroid atau pemberian yodium radioaktif. Setiap jenis pengobatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Agar bisa bekerja sebagaimana mestinya, kelenjar tiroid memerlukan sejumlah kecil yodium. Jumlah yodium yang berlebihan bisa menurunkan jumlah hormon yang dibuat dan mencegah pelepasan hormon tiroid. Karena itu untuk menghentikan pelepasan hormon tiroid yang berlebih, bisa diberikan yodium dosis tinggi. Pemberian yodium terutama bermanfaat jika hipertiroidisme harus segera dikendalikan (misalnya jika terjadi badai tiroid atau sebelum dilakukan tindakan pembedahan). Yodium tidak digunakan pada pengobatan rutin atau pengobatan jangka panjang.
Propiltiourasil atau metimazol, merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengobati hipertiroidisme. Kedua obat ini bekerja memperlambat fungsi tiroid dengan cara mengurangi pembentukan hormon tiroid. Kedua obat tersebut diberikan secara per-oral (ditelan). Pemberian obat ini dimulai dengan dosis tinggi, selanjutnya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan darah terhadap hormon tiroid. Obat ini biasanya bisa mengendalikan fungsi kelenjar tiroid dalam waktu 6 minggu sampai 3 bulan. Pemberian dosis yang lebih tinggi bisa mempercepat pengendalian fungis tiroid, tetapi resiko untuk terjadinya efek samping juga meningkat. Efek samping yang bisa terjadi berupa reaksi alergi (ruam kulit), mual, hilang rasa dan penekanan produksi sel darah merah di sumsum tulang. Penekanan sumsum tulang juga bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah putih, sehingga penderita rentan terkena infeksi.
Pada wanita hamil, penggunaan propiltriurasil lebih aman dibandingkan dengan metimazol karena lebih sedikit obat yang sampai ke janin.
Pemberian obat beta bloker (misalnya propanolol) membantu mengendalikan beberapa gejala hipertiroidisme. Obat ini efektif dalam memperlambat denyut jantung yang cepat, mengurangi tremor (gemetar) dan mengendalikan kecemasan. Beta bloker terutama digunakan untuk mengatasi badai tiroid (thyroid storm). Obat ini juga digunakan pada penderita yang memiliki gejala yang sangat mengganggu atau berbahaya, serta pada penderita yang hipertiroidismenya tidak dapat dikendalikan oleh obat lain. Namun pemberian beta bloker tidak dapat mengendalikan fungsi tiroid yang abnormal.
Hipertiroidisme juga bisa diobati dengan pemberian yodium radioaktif, yang bekerja menghancurkan kelanjar tiroid. Yodium radioaktif per-oral memberikan pengaruh yang sangat kecil terhadap tubuh, tetapi memberikan pengaruh yang besar terhadap kelenjar tiroid. Karena itu dosisnya perlu disesuaikan sehingga hanya menghancurkan sejumlah kecil tiroid agar pembentukan hormon kembali normal, tanpa terlalu banyak mengurangi fungsi tiroid.
Sebagian besar pemakaian yodium radioaktif pada akhirnya menyebakan hipotiroidisme. Sekitar 25% penderita mengalami hipotiroidisme dalam waktu 1 tahun setelah pemberian yodium radioaktif.
Yodium radioaktif tidak diberikan kepada wanita hamil karena bisa melewati sawar plasenta dan bisa merusak kelenjar tiroid janin.
Pada tiroidektomi, kelenjar tiroid diangkat melalui pembedahan.
Pembedahan merupakan terapi pilihan untuk:
- penderita muda
- penderita dengan kelenjar tiroid yang sangat besar
- penderita yang alergi terhadap obat atau mengalami efek samping akibat obat.
Setelah menjalani pembedahan, bisa terjadi hipotiroidisme. Kepada penderita ini diberikan terapi sulih hormon sepanjang hidupnya.
Komplikasi lain dari pembedahan adalah kelumpuhan pita suara dan kerusakan kelenjar paratiroid (kelenjar kecil di belakang kelenjar tiroid yang mengendalikan kadar kalsium dalam darah).
Referensi
- Thyroid Association of New Zealand. Graves Disease. http://www.thyroidnz.org/graves.php
- Todd B Nippoldt. Graves' Dermopathy : How is it treated? 2011.
http://www.mayoclinic.com/health/graves-dermopathy/AN00605
- Janet M Torpy. Hyperthyroidism. 2005. http://jama.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=201174
- http://www.aboutcancer.com/graves.htm
- Shehzad Topiwala. Toxic Nodular Goiter. 2012.
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000317.htm
- Shehzad Topiwala. Hyperthyroidism. 2012.
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000356.htm
- Houston Thyroid and Endocrine Specialists. HCG Mediated Hyperthyroidism.
http://www.houstonendocrine.com/what-is-endocrinology/thyroid-disease-in-pregnancy/hcg-mediated-hyperthyroidism
0 comments:
Post a Comment