Sindroma Premenstruasi (PMS)

Sindroma Premenstruasi (PMS)


Definisi


Sindroma Premenstruasi (PMS/Premenstrual Syndrome) adalah sekelompok gejala fisik dan psikologis yang dimulai beberapa hari sebelum menstruasi dan biasanya berakhir beberapa jam setelah periode menstruasi dimulai.

Setiap bulan, sebagian wanita mengalami sekumpulan gejala yang berhubungan dengan datangnya menstruasi. Mereka menjadi sensitif, dapat membentak anggota keluarga atau teman hanya karena masalah yang sederhana. Mereka dapat lupa menaruh barang dan sulit berkonsentrasi saat bekerja. Selain itu, wanita yang mengalami PMS juga dapat merasa lelah, payudara terasa nyeri, dan bahkan depresi. PMS memiliki berbagai gejala yang luas. Gejala-gejala PMS cenderung memuncak saat usia akhir 20 tahun dan awal 30 tahun. Gejala-gejala PMS cenderung berulang dalam pola yang dapat diprediksi.

PENYEBAB

Penyebab pasti terjadinya PMS belum diketahui, tetapi beberapa faktor dapat berperan untuk terjadinya kondisi ini :

  • Siklus perubahan hormon. Tanda dan gejala PMS berubah sesuai dengan fluktuasi hormon dan menghilang saat hamil dan menopause. Kadar estrogen dan progesteron yang berfluktuasi saat siklus menstruasi ikut berperan dalam terjadinya PMS. Beberapa wanita lebih sensitif terhadap fluktuasi hormon ini. Beberapa wanita juga dapat memiliki gen yang membuat mereka lebih rentan mengalami PMS. Fluktuasi estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi hormon-hormon lainnya, misalnya aldosteron, yang membantu mengatur keseimbangan garam dan air. Kadar aldosteron yang berlebihan dapat menyebabkan retensi air dan kembung.
  • Perubahan kimia di otak. Fluktuasi serotonin tampaknya berperan penting dalam perubahan mood. Serotonin adalah zat (neurotransmiter) yang membantu komunikasi antar sel-sel saraf dan diperkirakan berperan dalam regulasi mood. Kadar serotonin cenderung lebih rendah pada wanita dengan PMS. Kadar serotonin yang kurang dapat berkontribusi untuk terjadinya depresi, timbulnya rasa lelah, dan gangguan tidur.
  • Depresi. Beberapa wanita dengan PMS berat mungkin memiliki depresi yang tidak terdiagnosa, meskipun depresi sendiri tidak menyebabkan terjadinya semua gejala yang ada.
  • Stress. Stress dapat memperberat gejala-gejala PMS.
  • Kebiasaan makan yang tidak baik. Beberapa gejala PMS berhubungan dengan kadar vitamin dan mineral yang rendah. Hal lain yang juga berkontribusi untuk terjadinya PMS adalah banyak makan makanan yang asin, yang dapat menyebabkan retensi cairan, serta minum alkohol dan minuman berkafein, yang dapat menyebabkan gangguan mood.



Gejala


Jenis dan beratnya gejala PMS bervariasi pada setiap wanita dan dari bulan ke bulan pada wanita yang sama. Gejala-gejala fisik dan psikologis PMS dapat mengganggu hidup seorang wanita untuk sementara.

Gejala-gejala yang dapat terjadi pada sindroma premenstruasi :

Gejala Fisik :

  • Palpitasi (berdebar-debar)
  • Nyeri punggung
  • Kembung
  • Payudara terasa kencang dan nyeri
  • Perubahan nafsu makan dan menginginkan makanan tertentu
  • Konstipasi
  • Terasa kram atau tertekan pada perut bagian bawah
  • Pusing, termasuk vertigo
  • Mudah memar
  • Pingsan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Hot flashe (kulit wajah, leher, dada terasa hangat)
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kurang energi
  • Mual dan muntah
  • Sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum pada tangan dan kaki
  • Gangguan kulit, misalnya jerawat 
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Peningkatan berat badan

Gejala Psikologis :

  • Agitasi
  • Cemas
  • Kebingungan
  • Depresi
  • Mudah menangis
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sangat sensitif
  • Mudah lupa
  • Mood berubah-ubah
  • Menarik diri
  • Mudah tersinggung dan marah
  • Gelisah


Diagnosa


Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang timbul beberapa hari menjelang menstruasi.

Untum membantu menentukan pola premenstruasi, maka wanita dapat mencatat tanda dan gejala-gejala PMS pada kalender atau diari untuk minimal dua siklus menstruasi. Tandai hari pertama saat gejala PMS mulai dirasakan dan hari saat gejala PMS menghilang. Selain itu, pastikan tandai kapan periode menstruasi dimulai dan berakhir.

Catatan ini juga dapat membantu wanita untuk lebih sadar akan perubahan-perubahan pada tubuh dan moodnya, serta membantu dokter mengidentifikasi gejala-gejala yang rutin terjadi dan menentukan terapi apa yang terbaik.



Pengobatan


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala-gejala sindroma premenstruasi :

  • Cukup istirahat dan tidur
  • Olahraga secara teratur, yang dapat membantu mengurangi rasa kembung, kecemasan, iritabilitas, dan sulit tidur
  • Gunakan teknik untuk mengurangi stress (meditasi atau latihan relaksasi)
  • Hindari aktivitas yang membuat stress
  • Mengkonsumsi protein dan kalsium lebih banyak, serta gula, kafein, dan coklat lebih sedikit
  • Mengkonsumsi garam lebih sedikit, biasanya dapat mengurangi retensi cairan dan mengatasi rasa kembung
  • Mengkonsumsi suplemen, seperti vitamin B kompleks (terutama vitamin B6), kalsium (1000 mg/hari), vitamin D, dan magnesium. Penggunaan suplemen ini harus lebih dulu dikonsultasikan ke dokter, terutama vitamin B6, karena dapat memiliki efek yang berbahaya jika digunakan dalam dosis tinggi. Kerusakan saraf dapat terjadi dengan pemakaian dosis 200 mg/hari.

Obat diuretik, seperti spironolactone, dapat membantu ginjal membuang garam dan air dari tubuh. Obat ini dapat membantu mengurangi retensi cairan.

Obat anti-peradangan non-steroid (NSAID) dapat membantu mengatasi sakit kepala, rasa nyeri akibat kram perut, dan juga nyeri sendi.

Wanita yang mengalami gejala PMS yang berat dapat menggunakan obat-obat anti-depresan, seperti fluoxetine, paroxetine, atau sertraline. Obat-obat ini digunakan untuk mencegah gejala, dan agar efektif obat ini sebaiknya dikonsumsi sebelum gejala-gejala dimulai. Obat-obat ini paling efektif untuk mengurangi depresi, iritabilitas, dan beberapa gejala PMS lainnya.



Referensi


- P, JoAnn V. Premenstrual Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/menstrual_disorders_and_

abnormal_vaginal_bleeding/premenstrual_syndrome.html?qt=premenstrual%20syndrome&alt=sh

- Mayo Clinic. Premenstrual Syndrome. 2012.

http://www.mayoclinic.com/health/premenstrual-syndrome/DS00134

Sindroma Premenstruasi (PMS) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hari Media Sosial

0 comments:

Post a Comment