Definisi
Bronkografi merupakan suatu pemeriksaan radiologi yang menggunakan sinar-X untuk melihat bagian dalam saluran nafas.
Struktur saluran nafas, seperti trakea, bronkus, dan percabagnannya, akan tampak lebih jelas pada foto sinar-X setelah zat kontras dimasukkan melalui selang khusus (kateter atau bronchoscope) pada daerah ini.
PENYEBABBronkografi bisa dilakukan untuk mendiagnosa adanya kelainan pada saluran nafas, yang antara lain bisa berupa :
- Bronkiektasis, yaitu pelebaran bronkus yang menetap akibat kerusakan pada dinding bronkus.
- Batuk darah (hemoptisis)
- Fistula trakeoesofageal, yaitu sambungan abnormal antara trakea dan esofagus
- Tumor atau kanker
- Pneumonia atau bronkitis kronis
- Sumbatan bronkus
- Kisata dan cavitas
Namun, dengan adanya pemeriksaan CT scan dan teknologi bronchoscopy, disertai semakin tersedianya pemeriksaan tersebut, maka pemeriksaan bronkografi sudah jarang dilakukan.
Gejala
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan bronkografi :
- Seperti tindakan invasif lainnya, komplikasi mungkin bisa terjadi. Komplikasi yang bisa terjadi pada pemeriksaan bronkografi antara lain berupa :
- infeksi atau pneumonia
- sumbatan jalan nafas akibat zat kontras pada pasien emfisema atau bronkitis kronis
- spasme bronkus atau laring karena pemberian zat kontras, terutama pada pasien-pasien dengan asma
- Mungkin terdapat risiko lain yang bisa terjadi, tergantung dari kondisi medis masing-masing orang. Oleh karena itu, pastikan telah mendiskusikan pemeriksaan yang akan dilakukan dengan dokter yang menangani.
- Informasikan ke dokter atau tenaga medis jika terdapat riwayat paparan radiasi sebelumnya, misalnya pernah rontgen atau CT scan. Risiko pemeriksaan berhubungan dengan akumulasi paparan radiasi yang didapat dari berbagai pemeriksaan atau pengobatan selama waktu tertentu.
- Katakan pada dokter atau tenaga medis jika sedang hamil atau kemungkinan hamil, karena berisiko terjadi cacat bawaan.
- Orang-orang yang memiliki alergi atau sensitif terhadap obat-obatan, zat kontras, yodium, atau lateks harus memberitahukannya pada dokter ataupun petugas medis yang ada.
- Ada beberapa kondisi yang membuat bronkografi tidak dilakukan :
- Hamil
- Batuk berdahak. Batuk dan dahak pada jalan nafas bisa mengganggu pemeriksaan bronkografi.
- Terdapat infeksi saluran nafas akut
- Ada gangguan atau kesulitan dalam bernafas
- Alergi zat kontras atau yodium, yang digunakan untuk pemeriksaan bronkografi
Persiapan yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan bronkografi :
- Dokter akan menjelaskan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan. Utarakan pertanyaan, jika ada, mengenai prosedur yang akan dilakukan.
- Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan dilakukannya tindakan. Bacalah dengan seksama dan tanyakan jika ada sesuatu yang belum jelas.
- Beritahukan pada dokter ataupun petugas medis jika Anda memiliki alergi atau sensitif terhadap obat-obatan tertentu, obat anestesi, zat kontras, yodium, atau lateks.
- Beritahukan pada dokter ataupun petugas medis jika Anda hamil atau mungkin hamil.
- Beritahukan pada dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi, termasuk supplemen herbal.
- Beritahukan pada dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan perdarahan atau jika Anda mengkonsumsi obat-obat pengencer darah, seperti aspirin, atau obat lain yang mengganggu pembekuan darah. Hal ini penting untuk dilakukan, karena sebaiknya obat-obat tersebut dihentikan sebelum tindakan dilakukan.
- Anda akan diminta untuk berpuasa untuk waktu tertentu sebelum pemeriksaan dilakukan.
- Anda juga akan diminta untuk membersihkan mulut sebelum tindakan dilakukan.
- Jika tindakan memerlukan obat sedatif, maka mungkin Anda memerlukan seseorang untuk mengantar pulang sesudah pemeriksaan selesai.
- Persiapan lainnya mungkin diperlukan, tergantung kondisi medis masing-masing orang.
- Bronkografi bisa dilakukan dengan atau tanpa rawat inap, tergantung kondisi masing-masing pasien
Diagnosa
Hal-hal yang terjadi pada saat pemeriksaan bronkografi :
- Dokter atau tenaga medis yang melakukan pemeriksaan akan menjelaskan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan. Utarakan pertanyaan, jika ada, mengenai prosedur yang akan dilakukan.
- Pakaian, perhiasan atau benda yang mungkin bisa mengganggu pemeriksaan harus dilepas.
- Akan diberikan pakaian khusus untuk digunakan selama pemeriksaan.
- Anda akan diminta untuk buang air kecil terlebih dulu sebelum tindakan dilakukan
- Jalur intravena bisa dipasang di tangan
- Akan dipasang alat-alat untuk memantau detak jantung, tekanan darah, laju pernafasan, dan kadar oksigen dalam darah selama tindakan berlangsung
- Anda akan diposisikan duduk tegak pada meja pemeriksaan. Selama pemeriksaan, posisi tubuh dapat diubah untuk mendistribusikan zat kontras ke berbagai area yang berbeda untuk pemeriksaan.
- Anda mungkin akan diberikan obat sedatif (penenang) yang membuat anda mengantuk, tetapi tetap sadar.
- Obat untuk membuat baal akan disemprotkan ke bagian belakang tenggorokan, sehingga mencegah timbulnya refleks muntah saat kateter atau bronchoscope dimasukkan melalui tenggorokan. Obat semprot ini mungkin akan terasa pahit. Tahanlah nafas Anda saat obat tersebut disemprotkan untuk membantu mengurangi rasa yang ada.
- Anda tidak dapat menelan ludah selama tindakan berlangsung, akibat adanya alat bronchoscope pada tenggorokan Anda.
- Kateter atau bronchoscope akan dimasukkan hingga mencapai trakea dan bronkus, kemudian zat kontras diberikan. Zat kontras akan melapisi bronkus dan percabangannya, sehingga akan tampak jelas pada foto sinar-X.
- Mungkin akan terasa agak tidak nyaman saat kateter atau bronchoscope dimasukkan, tetapi jalan nafas tidak tersumbat.
- Foto sinar-X akan diambil dalam berbagai posisi.
- Setelah semua foto didapatkan, maka kateter atau bronchoscope akan dikeluarkan.
- Jika Anda merasa sesak nafas, gatal-gatal, atau jantung berdebar-debar, maka segera katakan pada dokter atau petugas medis yang ada. Karena mungkin terjadi reaksi alergi.
Pengobatan
Hal-hal yang dilakukan setelah pemeriksaan brokografi selesai dilakukan :
- Anda akan dipantau di ruang pemulihan, hingga tekanan darah, detak jantung, dan pernafasan stabil, serta sadar penuh.
- Jika tindakan dilakukan sebagai rawat jalan, maka Anda harus mempersiapkan agar ada orang yang bisa mengantar Anda pulang ke rumah.
- Anda tidak boleh makan atau minum apapun sampai refleks muntah Anda kembali, biasanya setelah 2 jam. Setelah itu, Anda dapat makan seperti biasa, kecuali dokter menganjurkan yang sebaliknya.
- Bisa terasa rasa sakit pada tenggorokan saat menelan selama beberapa hari. Hal ini normal terjadi, dan Anda bisa diberkan obat atau spray untuk membantu meredakannya.
- Anda mungkin akan diminta untuk batuk dan mengeluarkan zat kontras yang tersisa untuk membantu membersihkan jalan nafas.
- Anda mungkin akan dianjurkan untuk berbaring datar dengan kepala berada lebih rendah dari tubuh, dan dibantu dengan menepuk-nepuk punggung, untuk membantu mengeluarkan sekret dari jalan nafas sekaligus zat kontras yang tersisa.
- Anda mungkin akan dianjurkan untuk menunda beraktivitas kembali selama 24 jam setelah pemeriksaan selesai.
- Foto sinar-X dada bisa dilakukan 24-48 jam kemudian, untuk memantau pengeluaran zat kontras dari jalan nafas.
- Beritahukan dokter Anda jika didapatkan hal-hal sebagai berikut :
- demam dan atau menggigil selama lebih dari 2-3 hari setelah tindakan
- muncul kemerahan, bengkak, atau perdarahan atau keluarnya cairan dari tempat bekas jalur intravena
- sesak nafas atau kesulitan untuk bernafas
- suara sangat serak
Referensi
- Memorial University Medical Center. Bronchography. Savannah. 2012.
http://www.memorialhealth.com/tests-and-procedures.aspx?pgid=P07744
0 comments:
Post a Comment