Definisi
Infeksi Virus Sinsisial Pernafasan (Infeksi RSV) adalah suatu infeksi virus yang menyerang saluran napas bagian bawah pada bayi dan anak- anak.
Sebagian besar anak yang berusia 2 tahun pernah terinfeksi virus ini. Angka kejadian infeksi RSV tertinggi ditemukan pada bayi berusia 2-6 bulan. Biasanya penyakit ini berlangsung selama 7-14 hari, tetapi beberapa kasus ada yang berlangsung sampai 3 minggu.
Pada akhir infeksi RSV, tubuh membentuk kekebalan terhadap virus, tetapi kekebalan tersebut tidak sempurna. Infeksi bisa kembali terjadi, tetapi biasanya tidak seberat infeksi sebelumnya.
PENYEBABPenyebabnya adalah RSV (respiratory syncytial virus). RSV adalah virus yang menyebabkan infeksi pada paru-paru dan saluran pernafasan bagian bawah.
RSV mudah ditularkan melalui kontak fisik, seperti menyentuh, mencium dan berjabatan tangan dengan penderita. Penularan biasanya terjadi melalui percikan ludah atau benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita. Virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata maupun hidung. Di tangan, RSV bisa hidup selama setengah jam atau lebih. Virus juga bisa hidup selama beberapa jam pada tisu bekas.
Penularan tertinggi terjadi pada hari ke 2-4, tetapi partikel-partikel virusnya bisa terus menyebar sampai 2 minggu setelah pilek mulai berhenti.
Pada bayi dan anak-anak yang masih sangat kecil, RSV bisa menyebabkan pneumonia, bronkiolitis dan trakeobronkitis. Pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar, RSV biasanya menyebabkan infeksi saluran pernafasan yang ringan.
Risiko terjadinya infeksi RSV ditemukan pada bayi yang:
- Lahir prematur
- Menderita penyakit paru menahun
- Menderita gangguan sistem kekebalan
- Menderita penyakit jantung tertentu
- Menghirup asap rokok
- Tinggal di lingkungan yang padat
- Kakaknya sudah sekolah
Gejala
Pada anak yang berumur kurang dari 3 tahun, RSV bisa menyebabkan infeksi saluran nafas bagian bawah seperti bronkiolitis atau pneumonia, dan pada kasus yang lebih berat bisa terjadi gagal nafas. Gejala mulai timbul dalam waktu 2-8 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa :
- hidung meler (pilek)
- nyeri tenggorokan
- wheezing (bunyi nafas mengi)
- batuk berat
- demam tinggi
- takipneu (pernafasan yang cepat)
- sesak nafas
- sianosis (kulit tampak biru karena kekurangan oksigen)
- retraksi otot pada sela iga (karena anak berusaha keras untuk menarik nafas)
Pada anak-anak yang lebih besar dan pada orang dewasa, gejalanya cenderung lebih ringan, mungkin menyerupai influenza (hidung meler atau hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sakit kepala, batuk, demam ringan dan rasa tidak enak badan) atau sama sekali tidak menimbulkan gejala. Pada anak yang sebelumnya pernah menderita infeksi RSV, gejalanya cenderung lebih ringan.
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan dengan stetoskop bisa terdengar suara wheezing maupun bunyi abnormal paru-paru lainnya.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
Pengobatan
Anak sebaiknya minum banyak cairan (baik air putih maupun jus buah) agar lendir hidung lebih encer dan mudah dikeluarkan. Untuk mengencerkan lendir hidung, jika perlu, bisa menggunakan tetes hidung yang mengandung larutan garam.
Untuk menurunkan demam sebaiknya gunakan Acetaminophen, jangan memberikan Aspirin kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye.
Infeksi RSV tidak diobati dengan antibiotik, karena antibiotik tidak dapat melawan virus. Jika terjadi pneumonia berat, kadang diberikan obat anti-virus Ribavirin. Bayi yang menderita pneumonia berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit guna mendapatkan terapi pernafasan khusus, seperti oksigen yang lembab dan obat-obatan untuk membuka saluran pernafasan.
PENCEGAHANCara yang paling sederhana untuk membantu mencegah terjadinya infeksi RSV adalah mencuci tangan sesering mungkin, terutama sebelum merawat bayi. Beberapa tindakan berikut bisa membantu melindungi bayi dari infeksi RSV:
Anak-anak yang berisiko tinggi terkena infeksi RSV berat perlu diberikan suntikan palivizumab (yang mengandung antibodi terhadap RSV) setiap bulan. Anak-anak yang mendapatkan suntikan palivizumab biasanya lebih jarang dirawat inap.
Referensi
- L, Catherine L. Respiratory Syncytial Virus. KidsHealth. 2012.
http://kidshealth.org/parent/infections/lung/rsv.html#
- Mayo Clinic. Respiratory Syncytial Virus. 2011.
http://www.mayoclinic.com/health/respiratory-syncytial-virus/DS00414
0 comments:
Post a Comment